NetPC Gue: Tips Computer
Tampilkan postingan dengan label Tips Computer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Computer. Tampilkan semua postingan

Trik Membeli Laptop Bekas

Laptop sudah tidak barang mewah lagi diera bisnis laptop sudah menjadi barang kebutuhan selain membantu banyak hal laptop juga praktis untuk dibawa kemana dan flexibel, entah itu kalangan bisnis sampai belajar, disini kita akan membahas bagaimana membeli sebuah laptop bekas, ada beberapa tips dan cara mudah yang bisa anda praktekkan sebelum membeli laptop bekas tersebut :

Membeli Laptop Bekas

1. Fisik Laptop
Perhatikan apakah ada goresan pada casing laptop. Semakin banyak dan besar goresan yang ada, maka semakin besar kemungkinan laptop tersebut tidak terawat  bahkan mungkin juga pernah mengalami kerusakan serius.

2. Baut
Jika lubang dan bentuk baut kurang mulus, berarti laptop sering dibongkar pasang. Jika sering dibongkar pasang, bisa jadi laptop tersebut sering rusak dan diservis.

3. Baterai dan Kabel Listrik (Power).
Pastikan bahwa kabel listrik masih bagus dan tidak terkelupas. Untuk lebih pastinya, coba nyalakan laptop dan ubah-ubah posisi kabel, apakah tetap menyala atau akan mati setelah beberapa saat karena panas (memuai). Untuk Baterai, check apakah masih bagus atau tidak. Bila sudah tidak bagus, pertimbangkan untuk membeli baterai laptop baru.

4. LCD
Lihat tampilan layar, pastikan tidak ada pixel yang rusak atau warnanya mulai memudar. anda harus ekstra hati-hati, karena bisa jadi LCD tersebut merupakan komponen termahal dari laptop yang akan anda beli.

5. Keyboard, touchpad, trackball
Pastikan keyboard, touchpad, trackball ataupun perangkat input lainnya yang ada di laptop masih berfungsi dengan baik. Caranya mengujinya mudah, coba tekan semua tombol keyboard satu persatu. Demikian pula untuk touchpad ataupun trackball, coba gunakan untuk memindahkan dan klik kursor mouse ke segala arah.

6. DVD atau CD Drive
Bila ada DVD atau CD drive pada laptop, pastikan CD/DVD drive tersebut masih bagus dengan cara mencoba membaca file dari CD / DVD. Coba putar film langsung dari CD/DVD, bisa dengan cara melompat-lompat (forward), tetapi yang paling penting coba bagian akhir dari film. Bila CDRW/DVDRW (writeable), coba uji burn satu buah CD.

7. Processor dan Memory
Check processor dan memory laptop. Caranya cukup mudah, bisa lewat BIOS atau via windows Bahkan jika perlu menggunakan software CPU-ID karena dengan software ini kita bisa mengetahui dari processor sampai memory.

8. Garansi
Tanyakan pada penjual tentang garansi laptop. Jika masih ada, minta sekalian dengan kartu garansinya. Garansi akan memberikan nilai tambah tersendiri.

9. Aksesories dan Perlengkapan Asli
Tanyakan pada penjual mengenai aksesories dan perlengkapan yang asli dari laptop. Setidaknya mengenai Buku manual dan CD Driver untuk laptop.

10. Run Test
Nyalakan laptop dan coba running program / software yang ada. Setidaknya untuk melihat kinerja laptop secara singkat dengan cara menjalankan secara bersamaan program-program desain grafis, games atau software lainnya yang membutuhkan memory yang cukup besar. Perhatikan dengan seksama kinerja komputer tersebut.

11. Merk Laptop
Merk laptop bukan jaminan bahwa laptop bekas tersebut masih bagus, tetapi laptop bermerk terkenal kualitasnya secara umum tentu di atas laptop merek tidak terkenal. Selain itu bila terjadi kerusakan, suku cadang dan tempat servis laptop bermerk tentu akan lebih mudah ditemukan.

12. Harga
Jangan terlalu percaya dengan harga yang murah. Jika bukan karena penjualnya sangat butuh uang (mendesak), bisa jadi laptop tersebut ada kerusakan atau mungkin barang curian. Jika anda membeli jauh dibawah harga pasar, bisa jadi anda akan disebut penadah.
Read MORE

Arti Suara Beep Pada Komputer

Berikut arti beep pada komputer yang bisa anda gunakan sebagai referensi perbaikan komputer :


Sura Beep Untuk AMI-BIOS
  1. Beep 1x : Kemungkinan RAM rusak atau tidak melekat/terpasang dengan benar
  2. Beep 6x : Kemungkinan keyboard rusak atau tidak melekat/terpasang dengan benar
  3. Beep 8x : Kemungkinan Video card rusak atau tidak melekat/terpasang dengan benar
  4. Beep 11x : Checksum-Error. Periksa baterai CMOS yang ada di motherboard
Suara Beep Untuk Award-BIOS
  1. Beep 1x panjang terus menerus RAM rusak, atau tidak terpasang dengan benar.
  2. Beep 1x panjang, 1x pendek Ada masalah dengan RAM atau Motherboard
  3. Beep 1x panjang, 2x pendek Graphic card rusak atau tidak terpasang dengan benar
  4. Beep 1x panjang, 3x pendek Keyboard rusak atau tidak terpasang dengan benar
  5. Beep 1x panjang, 9x pendek Ada masalah dengan Bios / Bios rusak
  6. Beep pendek tdk terputus Kemungkinan masalah dengan penerimaan power supply
Suara Beep Untuk Phoenix-BIOS
  1. Beep 1x-1x-4x masalah dengan BIOS
  2. Beep 1x-2x-1x Kemungkinan masalah ada di Motherboard rusak.
  3. Beep 1x-3x-1x Kemungkinan Ram rusak atau tidak terpasang dengan benar.
  4. Beep 3x-1x-1x Kemungkinan masalah ada di Motherboard.
  5. Beep 3x-3x-4x Video card rusak atau tidak terpasang dengan benar.
Jika masalah terdapat pada RAM, maka belum tentu RAM tersebut rusak, bisa saja hanya kotor saja. Untuk mengatasinya, silahkan cabut RAM tersebut, bersihkan pin RAM tersebut dengan penghapus pensil. Kemudian bersihkan juga slot RAM tersebut dengan kuas bila perlu kasih minyak kayuputih. Setelah semuanya bersih, silahkan coba pasang kembali, biasanya akan kembali normal jika kesalahan terjadi hanya karena PIN atau slot RAM yang kotor.
Read MORE

Tips Mempercepat Komputer 5 Kali Lebih Cepat

Bagi anda yang saat ini merasa bingung dan cemas akan komputer selain lama dan menjengkelkan bahkan sempat hang berikut beberapa solusi terbaik untuk mengatasi berapa keluhan anda semua, simak beberapa settingan berikut :
Mempercepat Computer
1. Non-aktifkan Program Start-Up Extra
Ada beberapa program aplikasi yang memiliki sifat carrier (bawaan) yang mengeksekusi program tersebut pada saat kita baru menghidupkan komputer (start-up). Contoh umum adalah program Updater Acrobat, Real Player, AOL, MS Groove, Winamp, Matlab, YM dan masih banyak lagi. Jika program ini aktif ketika start-up, maka antara start-up hingga dalam keadaan normal (ready) akan membutuhkan  waktu yang lebih lama. Oleh karena itu, non-aktifkanlah program-program yang tidak diperlukan pada awal start-up. Sebaiknya semua program aplikasi non-Windows dan antivirus, maka non-aktifkanlah. Berikut langkah-langkahnya :
  1. Klik Start, lalu klik Run..
  2. Ketiklah msconfig , lalu tekan enter atau klik OK.
  3. Akan tampil System Configuration Utility
  4. Pilih dan kliklah Startup
  5. Pada tab Startup, Anda akan melihat box-box akan ditandai check list hijau (v). Pelajarilah setiap item tersebut dengan melihat Command. Cobalah hilangkan checklist hijau (v) pada item-item program yang tidak diinginkan. Program-program dengan command C:Windows sebaiknya dibiarkan seperti kondisi semula.
  6. Setelah beberapa item telah di unchekc (menghilangkan v pada box), maka kliklah Apply dan/atau OK. Akan ada konfirmasi apakah ingin restart?
  7. Setelah restart, pada layar akan muncul konfirmasi lagi, dan pilihlah “option for not showing this dialogue every
    time your PC reboots
2 . Optimasi Aturan Tampilan (Display Setting)
Secara normal, Windows XP memberi tampilan yang  “indah”, dan tentu saja ini membutuhkan resource (cadangan memori) yang berlebih.  Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda memilih tampilan yang biasa-biasa saja alias sederhana. Berikut caranya:
  1. Klik start, lalu klik kanan My Computer
  2. Pilih dan kliklah Properties
  3. Akan muncul System Properties
  4. Pilihlah Advanced
  5. Pada Perfomance, kliklah Setting
  6. Akan muncul Perfomance Option dan Visual Effect
  7. Klik Custom dan silahkan hilangkan beberapa item check list pada box, dan biarkan item-item dibawah ini tetap check (v).
    • Use visual styles on windows and buttons
    • Show shadows under menus
    • Show shadows under mouse pointer
    • Show translucent selection rectangle
    • Show Window contents when dragging
    • Slide taskbar buttons
    • Use common tasks in folders
    • Use drop shadows for icons labels on the desktop
  8. Silahkan klik Apply. Dan kemudian klik OK.
3. Mempercepat Browsing File
Anda pasti mengalami  ketika membuka “My Computer” untuk menelusuri folder-folder terjadi delay (butuh waktu beberapa saat). Hal ini disebabkan karena Windows XP secara otomatis sedang mencari file-file network dan printer setiap kali Anda membuka Windows Explorer. Untuk mempercepat kinerja ini, maka lakukanlah :
  1. Klik start, dan double klik My Computer
  2. Kliklah menu Tools (bagian atas)
  3. Pilihlah Folder Options
  4. Muncul box Folder Options, dan pilihlah View
  5. Hilangkan check (v) pada Automatically search for network folders and
    printers check box
  6. Klik Apply dan selanjutnya OK.
  7. Perubahan hasil akan terlihat setelah restart.
4. Jalankan Disk CleanUp
OS Windows maupun progam aplikasi  selalu “menitip” file sementara (temporary files) di “sekeliling” hard disk Anda, sehingga membutuhkan space.  Hal ini akan membuat kondisi hard disk akan “full” sehingga akan mempengaruhi faktor kecepatan Windows serta mengurangi efisiensi akses hard disk dan operasi memori virtual. Fenonema ini umumnya menjadi masalah ketika komputer kita digunakan untuk browsing dan surfing internet dengan frekuensi tinggi. Cara “penyembuhan”-nya adalah
  1. Klik start, dan double klik My Computer
  2. Klik kanan pada Drive C hard disk
  3. Kliklah Disk Cleanup
  4. Tunggulah beberapa saat dan akan muncul Disk Cleanup for (C:)
  5. Pilihlah (berikan check list V) pada Temporary Internet Files and Recycle Bin
  6. Klik OK dan selesai
  7. Catatan : sebaiknya dilakukan 1 atau 2 minggu sekali
5. Disk Defragmenter
Sering mengcopy dan mendelete file-file dalam hard disk menyebabkan susunan file-file dalam hard disk berantarakan. Antara file folder A akan berserakan diantara folder B, C, atau D. Dan juga sebaliknya file folder B bisa berserakan diantara space folder A, C atau D dan seterusnya. Hal ini akan memperlambat kinerja Windows dalam mengakses data (pembaca hard disk akan mencari file-file cakram pada hard disk yang telah berserakan). Dan biasanya, setelah penggunaan dan peng-copy-an/ pen-delete-an terjadi selama 1, 2, 3 atau 4 bulan, maka struktur file akan berserakan. Untuk itu, kita perlu merapikan file tersebut. Caranya sebagai berikut :
  1. Klik start dan pilih All Programs
  2. Pilih Accessories
  3. Pilih System Tools
  4. Pilih Disk Defragmenter
  5. Akan muncul “Disk Defragmenter” dengan tampilan volume hard disk kita
  6. Kliklah Volume C, dan klik Analyze
  7. Setelah beberapa saat, akan muncul hasil analisisnya. Akan muncul hasil yakni “You do not need to defragment this volume” atau “You need to defragment this volume“.
  8. Jika yang muncul adalah “You need to defragment this volume“, maka kliklah Defragment. Jika sebaliknya, maka kliklah Close.
  9. Setelah seleasai di C, Anda dapat mengecek untuk partisi hard disk di D, E dan seterusnya.
  10. Catatan : lakukan pengecekan dan/atau defragment 2 atau 3 bulan sekali. Jangan sering-sering defragment karena akan berdampak buruk pada hard disk. Maksimum sekali dalam 2 bulan atau lebih.
6. Bersihkan Sistem Register yang Tidak digunakan *
Cara 6 agak sulit karena membutuhkan program untuk membersihkan/mendelete sistem register program-program yang sudah tidak digunakan lagi (sisa-sisa uninstall program). Disamping itu, banyak juga file-file register yang error dalam OS Windows seiring berjalannya waktu. Hal ini akan memperlambat kinerja Windows. Oleh karena itu, secara periodik (mungkin 3 atau 6 bulan sekali) kita perlu me’maintenance” file-file register yang bermasalah. Beberapa program membersihkan sistem register seperti Ashampoo TuneUp Utilities, RegCure dan masih banyak lagi. Sebenarnya, jika Anda mengerti fungsi register pada Windows, Anda dapat melakukannya secara manual melalui command regedit. Namun, agak sulit untuk awam.

Setelah Hal diatas sudah anda lakukan coba lihat bedanya dari sebelumnya dan satu lagi pastikan ada antivirus yang terbaru sudah anda pasang. 
Read MORE